Jumat, 29 Juli 2011
Semua Milik Nya
tak ada yang abadi di dunia ini. aku, ibu ku, ayah ku, bahkan tanaman dan hewan-hewan yang ada di sekitar rumah ku dan di dunia ini tak akan abadi. semuanya akan hilang ditelan bumi
benar apa kata manusia, kita berasal dari tanah dan harus kembali ke tanah itu juga.
awalnya tidak percaya dengan perumpamaan itu, namun setelah merasakannya baru menyadari betapa hidup di dunia hanya ibarat kita ngontrak. tinggal tunggu tanggal mainnya kapan si empunya jiwa ini mau mengambil jiwa yang diberikan pada jasad ini.
namun aku kadang berpikir, kenapa Tuhan itu tidak adil (yang mungkin menurut Nya itu yang terbaik tetapi ego ku berpikir lain). Dia selalu mengambil apa saja yang aku sayangi. sampai pada hari ini, Dia menunjukkan kuasaNya terhadap aku. Dia memberikan cobaan. memang bukan pada aku secara langsung tetapi pada ibu ku. padahal menurutku, kalau Dia ingin memberikan cobaan kenapa tidak langsung kepada ku saja. sehingga tidak ada air mata yang selalu mengalir, rintih sakit yang selalu keluar dari mulut ibu dan ibaan meminta belas kasih Nya.
Tuhan, saya tau Kau memiliki rencana indah. tetapi saya meminta agar rencana itu tidak berujung pada banyaknya air mata yang keluar dari saya dan keluarga saya. saya sayang ibu, meski saya harus lebih sayang pada Mu. tetapi saya minta, berikan kesembuhan pada ibu saya dan jangan biarkan dia menangis lagi. cukup hari kemarin saja rintih kesakitan itu keluar. saya akan terus meminta agar Kau memberikan rencana indah Mu itu dengan benar-benar indah di kemudian harinya.
Jakarta, 29 Juli 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
tiada keindahan yang melebihi keindahan doa seorang anak kepada ibunya,
BalasHapusLebih indah lagi kesabaran seorang anak merawat ibunya tanpa pamrih.