Jumat, 16 Januari 2015

Nemu Blog ku Lagi

heemmm.. setelah beberapa tahun terlupakan dengan aktivitas menulis di blog ini, sampai lupa apa id untuk blog ini, akhirnya saya kembali menemukan blog yang sudah lama sekali ingin saya tuliskan lagi di dalamnya kisah-kisah pribadi saya, kisah-kisah di sekitar saya dan kisah-kisah imajinasi saya yang sudah lama tidak tertuliskan. kini, saya akan sangat bersyukur karena kegiatan saya yang terbilang tida terlalu sibuk di kantor ini, dan cenderung menyita waktu tanpa hal yang bermanfaat akan saya manfaatkan sebaik mungkin untuk menulis di blog ini.
sebagai seseorang yang selalu ingin menulis dan menceritakan kisahnya lewat tulisan, saya sangat rindu untuk bercerita. apapun kejadian yang saya alami saat ini, kemarin atau mungkin esok hari. karena tidak ada tempat bagi saya mencurahkan perasaan saya ke siapa pun. saya pun sudah tak sanggup lagi curhat ke kakak-kakak saya karena mereka sudah tidak peduli lagi dengan, bahkan mereka cenderung menjauhkan diri dari kehidupan saya. memang jalan yang saya ambil ini sangat jauh dari keinginan keluarga saya, saya menikah muda di saat anak-anak seusia saya masih hobi mencari kesenangan, entah itu kesenangan mencari uang dan menghabiskannya, atau kesenangan sekedar naik gunung. saya saat ini sudah dikaruniai seorang anak, meskipun menurut saya hal itu tidak menghilangkan kesenangan saya tapi lama kelamaan itu juga menyita hobi saya yaitu jalan-jalan dan menulis. karena kalau sudah sampai di rumah maka waktu saya harus saya curahkan seutuhnya untuk anaknya. saya senang, karena anak saya adalah satu-satu dewa kesenangan saya. hanya dia yang saat ini bisa membuat semua kerisauan, sakit hati, kecapean dan apa pun yang saya rasakan ini hilang. makanya saya tidak ingin berpisah dengannya meskipunn saya harus mencari uang.
inilah segelintir kisah hidup saya yang sangat saya rasakan terkesan sengsara memang, tetapi kalau sudah melihat Alif, sekali lagi saya katakan, itu semua akan hilang, lenyap tak tersisa. karena Alif itu adalah dewa kehidupan saya. jika dia jauh maka jauh pula harapan hidup saya. apapun akan saya lakukan untuknya termasuk jika harus mengorbankan nyawa saya sekali pun. karena saya hidup untuk anak saya, kebahagiaan saya untuk Alif semata.